-->

Buku Ghirah Cemburu Karena Allah yang ditulis oleh Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka) menjelaskan bahwa ghirah bukan hanya milik orang Islam.

Ghirah dimiliki setiap jiwa manusia, tidak peduli agama yang dianutnya. Menurut Buya Hamka, ghirah diartikan antusias atau semangat terkait kecintaan pada sesuatu. Buku yang diterbitkan Gema Insani pada 2015 ini mampu membangkitkan semangat para pembaca untuk tidak kehilangan harga dirinya. [ . . . ]
Disadur dari: https://ainimaftukhah141.blogspot.com/2015/08/ghirah-cemburu-karena-allah.html, 22 November 2018
Kalimat yang tepat untuk melengkapi resensi buku tersebut adalah . . .
A. Semangat untuk tidak kehilangan harga diri berkaitan dengan agama, keluarga, atau harga dirinya sendiri.
B. Saat ini ghirah setiap manusia semakin hari semakin hilang karena pengaruh budaya Barat yang masuk ke Indonesia.
C. Setiap orang hidup harus memiliki ghirah untuk mendekatkan diri kepada agama, keluarga, dan dirinya sendiri.
D. Tanpa memiliki ghirah setiap manusia tidak akan memiliki semangat hidup dan mencintai agama, keluarga, bahkan dirinya sendiri.
E. Antusias dan semangat melindungi agama, diri sendiri, dan keluarga harus ditanamkan kepada remaja sejak dini.

Pembahasan
Kutipan teks resensi pada soal termasuk jenis resensi buku nonfiksi. Kutipan resensi tersebut menginformasikan buku karya Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka) yang berjudul Ghirah Cemburu Karena Allah. Kalimat tepat untuk melengkapi kutipan resensi tersebut adalah pilihan jawaban A. Kalimat pada pilihan jawaban A berfungsi menjelaskan maksud kalimat sebelumnya.