Karyamin menggeleng dan tersenyum.
Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tangannya yang pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.
"Makan, Min?"
"Tidak. Beri aku minum saja. Daganganmu sudah ciut seperti itu. Aku tak ingin menambah utang."
Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, "Senyum Karyamin" dalam senyum Karyamin, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan cerpen tersebut adalah ....
A. Iya, Min, iya. Tetapi kamu haus, kan?
B. Iya, Min, iya. Tetapi kamu capai, kan?
C. Iya, Min, iya. Tetapi kamu sedih, kan?
D. Iya, Min, iya. Tetapi kamu letih, kan?
E. Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?
Pembahasan
Berdasarkan kalimat Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin yang berarti lapar.
Jawaban : E